Rhodnius kissing bug
The Rhodnius kissing bug is a blood-feeding insect that feeds on the skin around people's mouths while they sleep. It lives in northern South America and Central America, and it matters because it spreads the parasite that causes Chagas disease.1

Kekuatan bisa
Bisanya keluar lewat taring atau gigi saat menggigit.
Seberapa berbahaya bagi manusia?
Bahaya bagi manusia: SeriusGigitan perlu ke dokter. Kematian sangat jarang.It is the main carrier of the parasite that causes Chagas disease in northern South America, and the only carrier in Central America. The parasite is passed in the bug's faeces straight after a blood meal. People can become infected when they scratch the bite and rub the faeces into it, through a blood transfusion, or by eating food contaminated with the bug's faeces.1
Jika ia menggigit
- Untuk bulu ulat yang menyengat: angkat dengan selotip, lalu cuci kulitnya. Jangan digosok.
- Untuk gigitan: cuci dan dinginkan. Cari bantuan medis jika orangnya merasa tidak enak badan atau mudah berdarah.
Selalu hubungi nomor darurat dulu (112, 000, 911). Ini panduan pertolongan pertama umum, bukan nasihat medis. Dasar-dasar pertolongan pertama
Tetap aman
- Jangan pernah menyentuh, menangkap, atau mengganggu hewan liar, walaupun kecil, dan walaupun tampak tidur atau mati.
- Beri ia ruang. Jika bertemu, tetap tenang, mundur perlahan, dan biarkan ia pergi.
- Jika ia menggigitmu: tetap tenang, jangan bergerak, hubungi nomor darurat (112, 000, 911) atau segera ke rumah sakit. Ingat seperti apa rupanya, foto sangat membantu.
Ia tidak mengincarmu. Ia memakai bisanya untuk menangkap makanan atau melindungi diri, dan ia jauh lebih suka bersembunyi. Lebih lanjut tentang tetap aman
Di mana di dunia?
Seberapa besar dia?
Seberapa panjang dia?
kira-kira sepanjang penjepit kertasSeberapa besar Rhodnius kissing bug dibandingkan KAMU?
Hanya hitungan di browsermu. Tidak ada yang disimpan atau dikirim ke mana pun.
Seberapa cepat dia?
Fakta
Its saliva contains lipocalins, which bind the chemical serotonin. This helps stop the host's blood vessels from narrowing while the bug feeds.1
Sir Vincent Wigglesworth used this bug to study insect hormones. He showed that removing the head during a larval stage makes the insect develop into an adult early.1
Specimens from Venezuela escaped from a research laboratory in San Salvador in 1915 and then spread through Central America, probably helped by travellers carrying them.1
Its wild populations have been linked to the transfer of transposons, which are pieces of DNA that move around, between the bug and some of its hosts, such as squirrel monkeys and opossums.1
The insect goes through five larval stages, and each one ends in a moult about 12 to 15 days after a large blood meal.1
Dari mana faktanya berasal
- Rhodnius prolixus (Wikipedia (CC BY-SA 4.0))
- Rhodnius prolixus (iNaturalist): nama dan klasifikasi.
- Venom Wiki: tingkat bahaya, ukuran umum, dan perkiraan kecepatan adalah buatan kami. Lihat cara kami menghitungnya: Cara kami menilai bahaya.
Setiap fakta di halaman ini punya nomor yang menunjuk ke sumbernya. Kalau kami salah, maaf ya, kami penggemar hewan, bukan jurnal ilmiah. Beri tahu kami di [email protected] dan kami akan memperbaikinya.
Gigitan


Cara mengenalinya