Venom Wiki
Gambar kartun Alpine salamander
No. 1359 dari 1 402

Alpine salamander

Salamandra atra
Tentang namanya: The species name atra comes from the Latin ater, meaning dull black.1
Tidak berbahayaTidak berbahaya bagi manusia. Tidak perlu khawatir.
Katak beracun, kodok, dan kadal air Racun di kulitnyaMakan: DagingBeracun, bukan berbisa
Bahaya bagi manusia: RinganSeperti sengatan lebah atau lebih ringan. Pada dasarnya tidak berbahaya bagi manusia.

The alpine salamander is a dark, slow-moving amphibian that lives high in the mountains of Europe. It spends its whole life on land, sheltering under stones, logs and in rock crevices. It produces toxic compounds from its skin, which help protect it from predators.1

Beracun atau berbisa? Hewan berbisa menyuntikkan bisa lewat gigitan atau sengatan. Hewan beracun berbahaya jika disentuh atau dimakan. Yang ini beracun.
Hidup di
Alps and mountains of Europe: France, Switzerland, Austria, Italy, Slovenia, Croatia, Bosnia and Herzegovina1
Eropa
Beranda
Alpine salamanders live on land in forests and mountain meadows, usually above 700 metres. They shelter under stones or logs, or in rocky crevices, and they favour forests of silver fir, beech and spruce.1
Panjang
14 cm sampai 15 cm (5,7 in sampai 5,9 in)1
Kecepatan tertinggi
sekitar 0,5 km/jam (0,31 mph)
Di darat, perkiraan kasar
Apa makanannya?
Alpine salamanders eat small invertebrates such as beetles, snails, millipedes and spiders. Beetles and snails make up the most important part of their diet, and they tend to choose larger prey.1
Beneran!Foto Alpine salamander
Alpine salamander. Foto: Aah-Yeah. CC BY 4.0, iNaturalist.

Cara mengenalinya

  • Usually small and dark brown or black1
  • Some forms have yellow, golden or white spots or marks on the back and head1
  • Males have swollen, visible cloacae and are slimmer than females1
  • Elongated head shape, with glands behind and beside the eyes1
  • Between 11 and 13 grooves along each side of the body, and a double row of glands down the back1

Sering tertukar dengan: Lanza's alpine salamander (Salamandra lanzai) is a similar species that lives in one small area of the western Alps. The Corsican fire salamander (Salamandra corsica) is the alpine salamander's closest related species.1

Kekuatan racun

Racun di kulitnya

Kulitnya beracun. Berbahaya untuk disentuh, dijilat, atau dimakan.

Apa efek racunnya?

Alpine salamanders produce toxic compounds from their skin. These compounds may protect them from predators and from microbes.1

Seberapa berbahaya bagi manusia?

Bahaya bagi manusia: RinganSeperti sengatan lebah atau lebih ringan. Pada dasarnya tidak berbahaya bagi manusia.

Apa yang dilakukannya saat takut?

Their yellow markings are thought to be a warning colour that deters predators, and the pure black colouring may also warn some predators off.1

Jika seseorang menyentuh atau memakannya

  • Jika seseorang menyentuhnya: cuci tangan sampai bersih dan jangan menyentuh mata atau mulut. Jika anak atau hewan peliharaan menjilat atau memakannya: hubungi pusat informasi keracunan atau nomor darurat.

Selalu hubungi nomor darurat dulu (112, 000, 911). Ini panduan pertolongan pertama umum, bukan nasihat medis. Dasar-dasar pertolongan pertama

Tetap aman

  • Jangan pernah menyentuh, menangkap, atau mengganggu hewan liar, walaupun kecil, dan walaupun tampak tidur atau mati.
  • Beri ia ruang. Jika bertemu, tetap tenang, mundur perlahan, dan biarkan ia pergi.
  • Jika kamu menyentuh atau memakannya: jangan mengucek mata atau mulut, cuci tangan, dan cari bantuan medis.

Ia tidak mengincarmu. Racunnya hanya ada supaya tidak ada yang memakannya. Lebih lanjut tentang tetap aman

Seberapa besar dia?

Seberapa panjang dia?

Alpine salamander panjangnya sekitar 15 cm (5,9 in)Ponsel pintar sekitar 15 cm (5,9 in)Sebuah pisang sekitar 18 cm (7,1 in)
sepanjang 5 balok mainan yang dijajarkan

Seberapa besar Alpine salamander dibandingkan KAMU?

Hanya hitungan di browsermu. Tidak ada yang disimpan atau dikirim ke mana pun.

Seberapa cepat dia?

layak diketahui

Fakta

1

Alpine salamanders are fully terrestrial, so they never need water to breed. Unlike many salamanders, their young do not develop as larvae in water.1

2

Young snakes, especially juvenile European adders, are a notable predator. In some locations, alpine salamanders make up just under half of these snakes' diet.1

3

They mark their territory with faecal pellets. Their scent tells other salamanders whether a pellet was left by a member of the same sex and species, and warns them that the site is already claimed.1

4

They are very stationary animals. The furthest a tracked individual was seen to travel in one summer was 12 metres.1

5

Their colour varies a great deal. Some populations are completely black, while others have bright yellow, white or grey spotting.1

6

Alpine salamanders cannot regulate their own body temperature, so losing a shelter can be extremely costly, and even fatal.1

Untuk ahli bisa

Nama ilmiah
Salamandra atra
Kelompok
Katak beracun, kodok, dan kadal air
Keluarga
Salamandridae2
Urutan
Caudata
Benua
Eropa
Anak
They give birth to live young. Their larvae do not develop in water, because the whole life cycle takes place on land.1
Umur
sekitar 10 tahun1
Bagaimana keadaannya di alam liar
Least Concern (IUCN Red List), although their numbers are decreasing and the subspecies S. a. aurorae is declining more quickly1
Bahaya bagi manusia
1 / 5: Ringan3

Dari mana faktanya berasal

  1. Alpine salamander (Wikipedia (CC BY-SA 4.0))
  2. Salamandra atra (iNaturalist): nama dan klasifikasi.
  3. Venom Wiki: tingkat bahaya, ukuran umum, dan perkiraan kecepatan adalah buatan kami. Lihat cara kami menghitungnya: Cara kami menilai bahaya.

Setiap fakta di halaman ini punya nomor yang menunjuk ke sumbernya. Kalau kami salah, maaf ya, kami penggemar hewan, bukan jurnal ilmiah. Beri tahu kami di [email protected] dan kami akan memperbaikinya.

Kalajengkingnya lapar! Venom Wiki adalah proyek satu orang: gratis, tanpa iklan, dan tanpa pelacak. Tip kecil membantu menjaganya tetap online.Beri makan kalajengking

Lainnya dari kelompok yang sama: Katak beracun, kodok, dan kadal air

Juga hidup di: Eropa

Beri makan kalajengkingkotak tip, agar tetap gratis