White-spotted assassin bug
The white-spotted assassin bug is a venomous true bug from tropical Africa. It hunts insects and other small creatures, and it can give a bite that is more painful than a bee sting. It lives in damp tropical forests, often in hollow tree stumps and rotting logs.1

Kekuatan bisa
Bisanya keluar lewat taring atau gigi saat menggigit.
Apa efek bisanya?
Its saliva is injected into prey, where it turns the prey's tissues to liquid so the bug can drink them. It can also spit venom, which can cause temporary blindness in humans.1
Seberapa berbahaya bagi manusia?
Bahaya bagi manusia: MenyakitkanBisa sangat sakit, tetapi hampir tidak pernah serius.If disturbed, it can deliver a defensive bite that is more painful than a bee sting. Its spitting venom can cause temporary blindness.1
Apa yang dilakukannya saat takut?
When disturbed, it may bite, or spit venom.1
Jika ia menggigit
- Untuk bulu ulat yang menyengat: angkat dengan selotip, lalu cuci kulitnya. Jangan digosok.
- Untuk gigitan: cuci dan dinginkan. Cari bantuan medis jika orangnya merasa tidak enak badan atau mudah berdarah.
Selalu hubungi nomor darurat dulu (112, 000, 911). Ini panduan pertolongan pertama umum, bukan nasihat medis. Dasar-dasar pertolongan pertama
Tetap aman
- Jangan pernah menyentuh, menangkap, atau mengganggu hewan liar, walaupun kecil, dan walaupun tampak tidur atau mati.
- Beri ia ruang. Jika bertemu, tetap tenang, mundur perlahan, dan biarkan ia pergi.
- Jika ia menggigitmu: tetap tenang, jangan bergerak, hubungi nomor darurat (112, 000, 911) atau segera ke rumah sakit. Ingat seperti apa rupanya, foto sangat membantu.
Ia tidak mengincarmu. Ia memakai bisanya untuk menangkap makanan atau melindungi diri, dan ia jauh lebih suka bersembunyi. Lebih lanjut tentang tetap aman
Di mana di dunia?
Seberapa besar dia?
Seberapa panjang dia?
kira-kira sepanjang penjepit kertasSeberapa besar White-spotted assassin bug dibandingkan KAMU?
Hanya hitungan di browsermu. Tidak ada yang disimpan atau dikirim ke mana pun.
Seberapa cepat dia?
Fakta
Pembongkar mitos
Mitos: Females can breed without mating, through parthenogenesis.
Faktanya: This was once thought to be true but has recently been shown not to be. Unmated females lay eggs, but the eggs are infertile.1
Dari mana faktanya berasal
- Platymeris biguttatus (Wikipedia (CC BY-SA 4.0))
- Platymeris biguttatus (iNaturalist): nama dan klasifikasi.
- Venom Wiki: tingkat bahaya, ukuran umum, dan perkiraan kecepatan adalah buatan kami. Lihat cara kami menghitungnya: Cara kami menilai bahaya.
Setiap fakta di halaman ini punya nomor yang menunjuk ke sumbernya. Kalau kami salah, maaf ya, kami penggemar hewan, bukan jurnal ilmiah. Beri tahu kami di [email protected] dan kami akan memperbaikinya.
Gigitan


Cara mengenalinya