Javan spitting cobra
The Javan spitting cobra is a venomous snake that lives on the islands of Java, Bali and other Lesser Sunda Islands in Indonesia. It is named for its habit of spraying venom at a threat instead of only biting. It is a medium to large snake, and adults can grow to nearly 2 metres long.1

Cara mengenalinya
- Adults are usually a uniform yellowish, brown or blackish colour.1
- Juveniles often have throat bands and lateral throat spots.1
- When a hood mark is present, it is most often chevron-shaped (V-shaped).1
- It has smooth, very oblique dorsal scales and expands a hood when threatened.1
- The average adult length is 1.3 metres, with a maximum of around 1.85 metres.1
Kekuatan bisa
Ia menyemprotkan atau meludahkan cairan pedih ke penyerangnya.
Apa efek bisanya?
Its venom contains mainly cardiotoxins, which act on the heart, and smaller amounts of neurotoxins, which act on the nerves. Its venom has a strong anticoagulant effect, meaning it weakens the blood's ability to clot. The venom may be potent but may not be particularly rapid-acting.1
Seberapa berbahaya bagi manusia?
Bahaya bagi manusia: Sangat berbahayaBisa membunuh orang yang tidak diobati.Very few human deaths are attributed to this species.1
Apa yang dilakukannya saat takut?
It is very defensive and readily spits venom when it feels threatened, and its hood expands as a warning.1
Jika ia menggigit atau meludah
- Jaga orangnya tetap diam dan tenang, lepaskan cincin dan benda yang ketat, lalu segera ke rumah sakit: pengobatannya adalah antibisa.
- Jika bisa disemburkan ke mata, segera bilas mata dengan banyak air bersih.
Selalu hubungi nomor darurat dulu (112, 000, 911). Ini panduan pertolongan pertama umum, bukan nasihat medis. Dasar-dasar pertolongan pertama
Tetap aman
- Jangan pernah menyentuh, menangkap, atau mengganggu hewan liar, walaupun kecil, dan walaupun tampak tidur atau mati.
- Beri ia ruang. Jika bertemu, tetap tenang, mundur perlahan, dan biarkan ia pergi.
- Jika ia menggigitmu atau meludahkan bisa ke matamu: tetap tenang, jangan bergerak, hubungi nomor darurat (112, 000, 911) atau segera ke rumah sakit. Ingat seperti apa rupanya, foto sangat membantu.
Ia tidak mengincarmu. Ia memakai bisanya untuk menangkap makanan atau melindungi diri, dan ia jauh lebih suka bersembunyi. Lebih lanjut tentang tetap aman
Di mana di dunia?
Seberapa besar dia?
Seberapa panjang dia?
sepanjang 4 kucing peliharaan dari hidung ke ekor
sepanjang 10 pisang yang dijajarkan
bisa menempuh 100 meter dalam 48 detik (manusia tercepat butuh 9,6)Seberapa besar Javan spitting cobra dibandingkan KAMU?
Hanya hitungan di browsermu. Tidak ada yang disimpan atau dikirim ke mana pun.
Seberapa cepat dia?
Fakta
It is one of the few cobras that can spit venom at a threat, and it does so readily.1
Cardiotoxins make up about 60% of its venom by dry weight, while neurotoxins make up only about 4.5%.1
The Komodo dragon preys on this cobra, which makes it easy prey for that lizard.1
Hatchlings are completely independent from birth, so no parent cares for them.1
Pembongkar mitos
Mitos: Komodo specimens are reluctant to spit.
Faktanya: Field observations suggest the opposite: they do spit.1
Untuk ahli bisa
- Nama ilmiah
- Naja sputatrix
- Kelompok
- Kobra, mamba, dan welang
- Keluarga
- Elapidae2
- Urutan
- Squamata
- Benua
- Asia
- Anak
- Females lay about 16 eggs on average, with clutches of 13 to 19 eggs, and the incubation period is about 88 days. Hatchlings are completely independent from birth.1
- Bagaimana keadaannya di alam liar
- CITES Appendix II (not threatened with extinction now, but may become so unless trade is strictly regulated; commonly harvested for skins and occasionally found in the pet trade)1
- Bahaya bagi manusia
- 4 / 5: Sangat berbahaya3
Dari mana faktanya berasal
- Javan spitting cobra (Wikipedia (CC BY-SA 4.0))
- Naja sputatrix (iNaturalist): nama dan klasifikasi.
- Venom Wiki: tingkat bahaya, ukuran umum, dan perkiraan kecepatan adalah buatan kami. Lihat cara kami menghitungnya: Cara kami menilai bahaya.
Setiap fakta di halaman ini punya nomor yang menunjuk ke sumbernya. Kalau kami salah, maaf ya, kami penggemar hewan, bukan jurnal ilmiah. Beri tahu kami di [email protected] dan kami akan memperbaikinya.
Menyemprot atau meludah

