Rinkhals
The rinkhals is a venomous snake that lives in southern Africa. It is often called the ring-necked spitting cobra, but it is not a true cobra. It is known for spitting venom at threats rather than relying on its bite.1

Cara mengenalinya
- Its belly is dark, with one or two light-coloured crossbands on the throat.1
- Its usual total length, including the tail, is 90 to 110 cm.1
- Colour varies. Some individuals are mostly black, while others are striped.1
- When distressed, it spreads its hood to show a striped neck.1
- Its dorsal scales are keeled, which means they have a ridge down the middle.1
Sering tertukar dengan: It closely resembles true cobras, which belong to the genus Naja. Its keeled dorsal scales and the lack of solid teeth on the maxilla (upper jaw bone) set it apart, and these differences are why it is placed in its own genus, Hemachatus.1
Kekuatan bisa
Ia menyemprotkan atau meludahkan cairan pedih ke penyerangnya.
Apa efek bisanya?
Its venom is neurotoxic, meaning it attacks the nerves, and partially cytotoxic, meaning it destroys body tissue. A bite causes great pain and can lead to necrosis (death of tissue). General symptoms include drowsiness, nausea, vomiting, violent abdominal pain, cramps and vertigo, and local swelling and bruising occur in about a quarter of cases.1
Seberapa berbahaya bagi manusia?
Bahaya bagi manusia: SeriusGigitan atau bisa yang masuk ke mata perlu ke dokter. Kematian sangat jarang.Bites are rare, because the snake relies on other defences first. Most bites happen when people try to handle it. No fatality from a rinkhals bite has been recorded in over 40 years.1
Kabar baik: dokter punya obat (antibisa) atau pengobatan untuk ini.1
Apa yang dilakukannya saat takut?
When threatened, it spreads its hood, hisses and lunges while spitting venom accurately up to 3 m, usually aiming at the face and eyes. If other defences fail, it may bite, and it can also roll over with its mouth open and tongue out.1
Jika ia menggigit atau meludah
- Polyvalent antivenom is effective for treating rinkhals envenomation. If venom gets into the eyes, it causes great pain and inflammation, and corneal damage can occur if left untreated. Timely first aid and eye-washing will usually lead to recovery after a few days.1
- Jaga orangnya tetap diam dan tenang, lepaskan cincin dan benda yang ketat, lalu segera ke rumah sakit: pengobatannya adalah antibisa.
- Jika bisa disemburkan ke mata, segera bilas mata dengan banyak air bersih.
Selalu hubungi nomor darurat dulu (112, 000, 911). Ini panduan pertolongan pertama umum, bukan nasihat medis. Dasar-dasar pertolongan pertama
Tetap aman
- Jangan pernah menyentuh, menangkap, atau mengganggu hewan liar, walaupun kecil, dan walaupun tampak tidur atau mati.
- Beri ia ruang. Jika bertemu, tetap tenang, mundur perlahan, dan biarkan ia pergi.
- Jika ia menggigitmu atau meludahkan bisa ke matamu: tetap tenang, jangan bergerak, hubungi nomor darurat (112, 000, 911) atau segera ke rumah sakit. Ingat seperti apa rupanya, foto sangat membantu.
Ia tidak mengincarmu. Ia memakai bisanya untuk menangkap makanan atau melindungi diri, dan ia jauh lebih suka bersembunyi. Lebih lanjut tentang tetap aman
Di mana di dunia?
Seberapa besar dia?
Seberapa panjang dia?
sepanjang 2 kucing peliharaan dari hidung ke ekor
sepanjang 6 pisang yang dijajarkan
bisa menempuh 100 meter dalam 52 detik (manusia tercepat butuh 9,6)Seberapa besar Rinkhals dibandingkan KAMU?
Hanya hitungan di browsermu. Tidak ada yang disimpan atau dikirim ke mana pun.
Seberapa cepat dia?
Fakta
When threatened, it can play dead by rolling onto its back with its mouth open and tongue out. This behaviour, called thanatosis, is also seen in some other snakes.1
It can spit venom accurately at targets up to 3 m away and has good control over its venom glands.1
Unlike true cobras, which lay eggs, it gives birth to live young.1
It is not a true cobra. It belongs to its own genus, Hemachatus, which has only one species.1
Pembongkar mitos
Mitos: The rinkhals is a true cobra.
Faktanya: It bears a great resemblance to true cobras, but it belongs to the genus Hemachatus rather than Naja, so it is not a true cobra.1
Untuk ahli bisa
- Nama ilmiah
- Hemachatus haemachatus
- Kelompok
- Kobra, mamba, dan welang
- Keluarga
- Elapidae2
- Urutan
- Squamata
- Benua
- Afrika
- Anak
- It gives birth to live young rather than laying eggs. A litter usually has around 20 to 30 young, though some females give birth to over 60, typically in late summer (December to March in the southern hemisphere).1
- Bahaya bagi manusia
- 3 / 5: Serius3
Dari mana faktanya berasal
- Rinkhals (Wikipedia (CC BY-SA 4.0))
- Hemachatus haemachatus (iNaturalist): nama dan klasifikasi.
- Venom Wiki: tingkat bahaya, ukuran umum, dan perkiraan kecepatan adalah buatan kami. Lihat cara kami menghitungnya: Cara kami menilai bahaya.
Setiap fakta di halaman ini punya nomor yang menunjuk ke sumbernya. Kalau kami salah, maaf ya, kami penggemar hewan, bukan jurnal ilmiah. Beri tahu kami di [email protected] dan kami akan memperbaikinya.
Menyemprot atau meludah

