Venom Wiki
Gambar kartun Giant leaf frog
No. 1327 dari 1 402

Giant leaf frog

Phyllomedusa bicolor
Hanya sakitJangan sentuhSakit, tetapi tidak akan melukaimu dengan serius.
Katak beracun, kodok, dan kadal air Racun di kulitnyaBeracun, bukan berbisa
Bahaya bagi manusia: MenyakitkanBisa sangat sakit, tetapi hampir tidak pernah serius.

The giant leaf frog is a large tree frog with lime green skin and a white or cream belly. It lives in the rainforests of the Amazon basin in South America. Its skin releases chemicals that act as a defence against predators.1

Beracun atau berbisa? Hewan berbisa menyuntikkan bisa lewat gigitan atau sengatan. Hewan beracun berbahaya jika disentuh atau dimakan. Yang ini beracun.
Hidup di
Amazon basin of Brazil, Colombia, Bolivia and Peru; Guianas and Venezuela; Cerrado of Maranhão, Brazil1
Amerika Selatan
Beranda
It lives in the Amazon rainforest and in gallery forest, where it climbs in trees. Males call from trees in tropical humid forests, and the eggs are laid in leaf-nests above forest pools.1
Panjang
9,1 cm sampai 12 cm (3,6 in sampai 4,7 in)1
Kecepatan tertinggi
sekitar 5 km/jam (3,1 mph)
Di darat, perkiraan kasar
Beneran!Foto Giant leaf frog
Giant leaf frog. Foto: Jean-Marc Hero. CC BY-SA 2.5, Wikimedia Commons.

Cara mengenalinya

  • Lime green back with a white to yellow-white or cream belly1
  • Sparse white spots with dark frames on the lower lips, chest and front legs, denser on the flanks and hind legs1
  • Transparent brown fingers with large green adhesive discs1
  • A prominent gland behind each eye, extending over the eardrum1
  • Dark grey iris1

Kekuatan racun

Racun di kulitnya

Kulitnya beracun. Berbahaya untuk disentuh, dijilat, atau dimakan.

Apa efek racunnya?

The giant leaf frog's skin secretion contains opioid peptides, including deltorphin and dermorphin. Its skin peptides act as a chemical defence against predators. In kambo rituals, where the secretion is used, it induces intense vomiting.1

Seberapa berbahaya bagi manusia?

Bahaya bagi manusia: MenyakitkanBisa sangat sakit, tetapi hampir tidak pernah serius.

Apa yang dilakukannya saat takut?

When threatened, its skin produces peptides that act as a chemical defence against predators.1

Jika seseorang menyentuh atau memakannya

  • Jika seseorang menyentuhnya: cuci tangan sampai bersih dan jangan menyentuh mata atau mulut. Jika anak atau hewan peliharaan menjilat atau memakannya: hubungi pusat informasi keracunan atau nomor darurat.

Selalu hubungi nomor darurat dulu (112, 000, 911). Ini panduan pertolongan pertama umum, bukan nasihat medis. Dasar-dasar pertolongan pertama

Tetap aman

  • Jangan pernah menyentuh, menangkap, atau mengganggu hewan liar, walaupun kecil, dan walaupun tampak tidur atau mati.
  • Beri ia ruang. Jika bertemu, tetap tenang, mundur perlahan, dan biarkan ia pergi.
  • Jika kamu menyentuh atau memakannya: jangan mengucek mata atau mulut, cuci tangan, dan cari bantuan medis.

Ia tidak mengincarmu. Racunnya hanya ada supaya tidak ada yang memakannya. Lebih lanjut tentang tetap aman

Seberapa besar dia?

Seberapa panjang dia?

Giant leaf frog panjangnya sekitar 12 cm (4,7 in)Penjepit kertas sekitar 3 cm (1,2 in)Ponsel pintar sekitar 15 cm (5,9 in)
sepanjang 4 balok mainan yang dijajarkanbisa menempuh 100 meter dalam 72 detik (manusia tercepat butuh 9,6)

Seberapa besar Giant leaf frog dibandingkan KAMU?

Hanya hitungan di browsermu. Tidak ada yang disimpan atau dikirim ke mana pun.

Seberapa cepat dia?

layak diketahui

Fakta

1

Its skin secretion is known as Vacina do sapo, or frog vaccine, and is used in a ritual called kambo or sapo.1

2

Up to 61% of the eggs of the giant leaf frog are eaten by predators.1

3

Males fight rivals for mating rights by using their heads to separate a rival male from a female, and by pushing with their hind legs.1

4

Males are more likely to be targeted by predators during mating season, because their loud fights can be heard easily.1

5

Eggs are eaten by rove beetles, phorid flies, possibly tufted capuchins and banded cat-eyed snakes, because they are a source of protein.1

Untuk ahli bisa

Nama ilmiah
Phyllomedusa bicolor
Kelompok
Katak beracun, kodok, dan kadal air
Keluarga
Phyllomedusidae2
Urutan
Anura
Benua
Amerika Selatan
Anak
The female and male build a leaf-nest above forest pools and lay eggs in a gelatinous mass about 70 cm above the water. The eggs hatch in about 14 days, and the tadpoles fall into the water to develop into adult frogs.1
Bagaimana keadaannya di alam liar
Least Concern1
Bahaya bagi manusia
2 / 5: Menyakitkan3

Dari mana faktanya berasal

  1. Phyllomedusa bicolor (Wikipedia (CC BY-SA 4.0))
  2. Phyllomedusa bicolor (iNaturalist): nama dan klasifikasi.
  3. Venom Wiki: tingkat bahaya, ukuran umum, dan perkiraan kecepatan adalah buatan kami. Lihat cara kami menghitungnya: Cara kami menilai bahaya.

Setiap fakta di halaman ini punya nomor yang menunjuk ke sumbernya. Kalau kami salah, maaf ya, kami penggemar hewan, bukan jurnal ilmiah. Beri tahu kami di [email protected] dan kami akan memperbaikinya.

Kalajengkingnya lapar! Venom Wiki adalah proyek satu orang: gratis, tanpa iklan, dan tanpa pelacak. Tip kecil membantu menjaganya tetap online.Beri makan kalajengking

Lainnya dari kelompok yang sama: Katak beracun, kodok, dan kadal air

Juga hidup di: Amerika Selatan

Beri makan kalajengkingkotak tip, agar tetap gratis