Indochinese spitting cobra
The Siamese spitting cobra is a medium-sized snake that can spray venom from a distance. It lives in Southeast Asia, including Thailand, Cambodia, Vietnam and Laos. It is special because it is a 'true spitter' that sprays venom into the face of a threat, and its bite can be dangerous to people.1

Cara mengenalinya
- Body colour ranges from grey to brown to black, with white spots or stripes.1
- The black and white colour form is common in central Thailand. Snakes from western Thailand are mostly black, and those from elsewhere are usually brown.1
- The hood mark may be spectacle-shaped or irregular, or missing altogether, especially in adults.1
- It is medium-sized with a more slender build than most other cobras in the genus Naja.1
Sering dikelirukan dengan: The monocled cobra (Naja kaouthia) has a similar habitat, size and appearance, so it is easy to confuse with this species. This species is a 'true spitter' that sprays a mist, rather than the stream that many other spitting cobras produce.1
Kuasa bisa
Ia menyembur atau meludah cecair pedih kepada penyerang.
Apa kesan bisanya?
Its venom is mainly a postsynaptic neurotoxin, which attacks the nerves, and a cytotoxin, which kills tissue. A bite causes pain, swelling and necrosis (death of tissue) around the wound. Neurotoxic effects can lead to paralysis and difficulty breathing. If venom is spat into the eyes, it causes immediate, severe pain and can cause temporary or sometimes permanent blindness.1
Berapa bahaya ia kepada manusia?
Bahaya kepada manusia: Sangat berbahayaIa boleh membunuh orang yang tidak mendapat rawatan.The bite is potentially lethal to an adult human. Deaths usually happen through paralysis and asphyxiation (suffocation), mainly in rural areas where antivenin is hard to obtain. In one Thai hospital survey, neurotoxic signs appeared in 12 of 114 cases (10.5%).1
Berita baik: doktor ada ubat (antibisa) atau rawatan untuk ini.1
Apa yang ia buat apabila takut?
At night it is aggressive: it stands its ground, rears up, displays its hood and spits venom, and it bites as a last resort. In daylight it is usually timid and seeks shelter in the nearest burrow.1
Jika ia menggigit atau meludah
- Pastikan orang itu tidak bergerak dan tenang, tanggalkan cincin dan barang yang ketat, dan pergi ke hospital dengan segera: rawatannya ialah antibisa.
- Jika bisa disembur ke dalam mata, bilas mata dengan banyak air bersih dengan segera.
Sentiasa hubungi nombor kecemasan dahulu (112, 000, 911). Ini panduan pertolongan cemas umum, bukan nasihat perubatan. Asas pertolongan cemas
Kekal selamat
- Jangan sesekali sentuh, tangkap atau usik haiwan liar, walaupun yang kecil, dan walaupun ia nampak tidur atau mati.
- Beri ia ruang. Jika kamu terjumpa, bertenang, undur perlahan-lahan dan biarkan ia pergi.
- Jika ia menggigit kamu atau meludah bisa ke mata kamu: bertenang, jangan bergerak, hubungi nombor kecemasan (112, 000, 911) atau pergi ke hospital dengan segera. Ingat rupanya, gambar boleh membantu.
Ia bukan mahu memburu kamu. Ia guna bisanya untuk menangkap makanan atau melindungi diri, dan ia lebih suka bersembunyi. Lagi tentang keselamatan
Di mana di dunia?
Berapa besar ia?
Berapa panjang ia?
Berapa berat ia?
sepanjang 3 ekor kucing rumah dari hidung ke ekor
sepanjang 9 biji pisang disusun hujung ke hujung
boleh melepasi 100 meter dalam 51 saat (manusia paling laju perlukan 9.6)Berapa besar Indochinese spitting cobra berbanding KAMU?
Hanya matematik dalam pelayar kamu. Tiada apa yang disimpan atau dihantar ke mana-mana.
Berapa laju ia?
Fakta
Some hatchlings are about 32 cm long, and they are venomous from the moment they hatch.1
Its reported spitting range is about 1 metre, the shortest of any spitting cobra, although one researcher reports it may reach about 2 metres in a stream.1
It has been reported in Taiwan, where it was released into the wild as part of folklore Buddhist practices.1
The black and white form is so distinctive that it is the best-known colour phase, especially in central Thailand.1
Pemecah mitos
Mitos: It is the same animal as the monocled cobra or the Chinese cobra.
Hakikat: It was once confused with these snakes, but it has been confirmed as a distinct species.1
Untuk pakar bisa
- Nama saintifik
- Naja siamensis
- Kumpulan
- Ular tedung, mamba & katam
- Keluarga
- Elapidae2
- Susunan
- Squamata
- Benua-benua
- Asia
- Anak
- It lays eggs. A female lays 13 to 19 eggs, which hatch after 48 to 70 days depending on temperature. Hatchlings are independent and already have working venom systems, so they should be treated with the same respect as adults.1
- Bahaya kepada manusia
- 4 / 5: Sangat berbahaya3
Dari mana fakta datang
- Siamese spitting cobra (Wikipedia (CC BY-SA 4.0))
- Naja siamensis (iNaturalist): nama dan pengelasan.
- Venom Wiki: tahap bahaya, saiz biasa dan anggaran kelajuan adalah penilaian kami sendiri. Lihat cara kami mengiranya: Cara kami menilai bahaya.
Setiap fakta di halaman ini ada nombor yang menunjuk kepada sumbernya. Jika kami tersilap, maaf, kami peminat haiwan, bukan jurnal sains. Beritahu kami di [email protected] dan kami akan betulkan.
Menyembur atau meludah

