Monocled cobra
The monocled cobra is a venomous snake found across South and Southeast Asia. It has a round, monocle-shaped mark on the back of its hood, though some individuals have a faint pattern or none at all. It often lives close to people, so it is responsible for many snakebites in its range.1

Cara mengenalinya
- A round, O-shaped marking on the hood, usually yellow or orange, though the pattern can be variable or absent1
- A black spot on the underside of the hood on either side1
- One or two black cross-bars on the belly just behind the hood1
- The back may be yellow, brown, grey or blackish, and adults become paler, brownish or olive1
- Adults typically measure 1.35 to 1.5 m, with a tail of about 23 cm1
Sering dikelirukan dengan: The Indian cobra has a 'spectacle' pattern on the back of its hood: two circular marks joined by a curved line. The monocled cobra has a single O-shaped mark instead.1
Kuasa bisa
Bisa keluar melalui taring atau giginya apabila ia menggigit.
Apa kesan bisanya?
The venom is neurotoxic, meaning it attacks the nerves. It blocks nerve signals to the muscles, which can cause paralysis and, in severe cases, death from respiratory failure. The venom also contains myotoxins (which damage muscle) and cardiotoxins (which harm the heart), and usually causes extensive local tissue death (necrosis) around the bite. Drowsiness and neurological symptoms usually appear first, while pain, flushing and low blood pressure typically appear within one to four hours. In very severe cases, paralysis or death can occur as early as 60 minutes. The neurotoxins of this species are described as weak.1
Berapa bahaya ia kepada manusia?
Bahaya kepada manusia: Membawa mautAntara haiwan paling berbahaya di dunia.It is responsible for a significant share of snakebite cases and deaths in its range. It causes the greatest number of snakebite fatalities in Thailand. In Thailand between 1968 and 1974, 20 cobra bites were recorded, all with systemic envenoming, and 19 patients survived.1
Berita baik: doktor ada ubat (antibisa) atau rawatan untuk ini.1
Apa yang ia buat apabila takut?
When disturbed it prefers to escape, but when threatened it raises the front of its body, spreads its hood, hisses loudly and strikes to bite.1
Jika ia menggigit
- Pastikan orang itu tidak bergerak dan tenang, tanggalkan cincin dan barang yang ketat, dan pergi ke hospital dengan segera: rawatannya ialah antibisa.
- Jika bisa disembur ke dalam mata, bilas mata dengan banyak air bersih dengan segera.
Sentiasa hubungi nombor kecemasan dahulu (112, 000, 911). Ini panduan pertolongan cemas umum, bukan nasihat perubatan. Asas pertolongan cemas
Kekal selamat
- Jangan sesekali sentuh, tangkap atau usik haiwan liar, walaupun yang kecil, dan walaupun ia nampak tidur atau mati.
- Beri ia ruang. Jika kamu terjumpa, bertenang, undur perlahan-lahan dan biarkan ia pergi.
- Jika ia menggigit kamu: bertenang, jangan bergerak, hubungi nombor kecemasan (112, 000, 911) atau pergi ke hospital dengan segera. Ingat rupanya, gambar boleh membantu.
Ia bukan mahu memburu kamu. Ia guna bisanya untuk menangkap makanan atau melindungi diri, dan ia lebih suka bersembunyi. Lagi tentang keselamatan
Di mana di dunia?
Berapa besar ia?
Berapa panjang ia?
sepanjang 5 ekor kucing rumah dari hidung ke ekor
sepanjang 13 biji pisang disusun hujung ke hujung
boleh melepasi 100 meter dalam 47 saat (manusia paling laju perlukan 9.6)Berapa besar Monocled cobra berbanding KAMU?
Hanya matematik dalam pelayar kamu. Tiada apa yang disimpan atau dihantar ke mana-mana.
Berapa laju ia?
Fakta
Some populations can spray venom accurately at a target, which is why it is called the Indian spitting cobra.1
A single bite delivers about 263 mg of dry venom on average.1
It can hybridise with the spectacled cobra (Naja naja), and some hybrid pairs have been seen cooperating in caring for young.1
In rice-growing areas it has become semi-aquatic, living close to water.1
Its largest recorded fang measures 6.78 mm.1
Pemecah mitos
Mitos: Every monocled cobra has the monocle-shaped mark and can spit venom.
Hakikat: The hood pattern can be highly variable or absent in some individuals, and not all individuals can spit venom.1
Untuk pakar bisa
- Nama saintifik
- Naja kaouthia
- Kumpulan
- Ular tedung, mamba & katam
- Keluarga
- Elapidae2
- Susunan
- Squamata
- Benua-benua
- Asia
- Anak
- It lays eggs. Females lay 16 to 33 eggs per clutch, hatching after 55 to 73 days, and usually stay with the eggs.1
- Keadaannya di alam liar
- Least Concern (IUCN Red List); listed on CITES Appendix II1
- Bahaya kepada manusia
- 5 / 5: Membawa maut3
Dari mana fakta datang
- Monocled cobra (Wikipedia (CC BY-SA 4.0))
- Naja kaouthia (iNaturalist): nama dan pengelasan.
- Venom Wiki: tahap bahaya, saiz biasa dan anggaran kelajuan adalah penilaian kami sendiri. Lihat cara kami mengiranya: Cara kami menilai bahaya.
Setiap fakta di halaman ini ada nombor yang menunjuk kepada sumbernya. Jika kami tersilap, maaf, kami peminat haiwan, bukan jurnal sains. Beritahu kami di [email protected] dan kami akan betulkan.
Gigitan

